Kustom Kulture, Brad?

Kustom Kulture jadi kata yang nggak asing di telinga belakangan ini, apalagi kalau lagi main bareng anak-anak yang hobi sama motor jadul, kan? Tapi sebetulnya arti kata ini apa, ya? Kapan pertama kali muncul? Apa semangatnya? Simak di sini untuk menambah pengetahuan, lo, Brad!

Jika mencari literatur mengenai Kustom Kulture, kita bakal nemuin banyak referensi terumata dari Amerika Serikat. Salah satu buku yang membahas tentang budaya ini adalah Kustom Kulture: Von Dutch, Ed “Big Daddy” Rith, Robert Williams and Others, yang ditulis oleh Robert Williams. Di buku ini, dijelaskan kalau Kustom Kulture adalah sebuah sub-kultur di Amerika Serikat yang berisi tentang artworks, kendaraan bermotor, gaya rambut, dan fesyen, dari sekelompok orang yang mengendarai kendaraan yang mereka bangun dan modifikasi sendiri, dengan spesifikasi kendaraan tahun 50-an keatas. Sub-kultur ini lahir dari budaya Hot Rod di California Selatan pada tahun 1960.

Identitas utama Kustom Kulture adalah greasers (1950-an), drag racers (1960-an), dan Lowriders (1970-an). Tapi sebetulnya seiring dengan perkembangan zaman, Kustom Kulture ini akhirnya memiliki modifikasi dengan ciri khas masing-masing di setiap era dan daerahnya. Nah, yang bikin satu rasa adalah pilihan kendaraan retro yang menyatukan berbagai macam modifikasi personal.

Di Indonesia sendiri, Kustom Kulture memang menjadi sebuah gerakan positif seputar modifikasi motor. Dunia custom  yang dekat dengan seni ini membuat seniman lokal yang bermain di bidang pinstripping, hand lettering, hingga leafing menjadi highlight Kustom Kulture Indonesia. Melihat angka penggemar motor retro dengan modifikasi personal yang setiap tahunnya terus meningkat, Kustom Kulture ini akan terus berkembang. Sama dengan nilai asal Kustom Kulture, di Indonesiapun, nilai yang diangkat adalah membuat sesuatu yang original menjadi sesuatu yang lebih personal.

Menurut beberapa penggiat Kustom Kulture, sub kebudayaan yang satu ini sangat baik untuk mengembangkan kreativitas bikers dan mengungkapkan jati dirinya masing-masing. Salah satu ciri khas dari Kustom Kulture yang membedakan dengan penggiat motor lainnya adalah pemilihan modifikasi personal  dan menghindari produk masal. Hand-made dan One Piece Product adalah kata kuncinya!

Gimana, Brad? Semoga bisa nambah pengetahuan, ya! Karena kita perlu mengetahui arti, supaya bisa menghayati. 

Cheers!