COKLAT RETRO INSIDE: FLYINGFAST PAINTWORK

Coklat Retro Inside kembali mengunjungi seorang pinstriper muda, dia adalah Yudit atau lebih dikenal dengan sebutan Flyingfast Paintwork. Ayahnya yang seorang arsitek dan kakaknya yang seorang tattoo artist menjadi salah satu pembangkit ketertarikan Yudit terhadap dunia "art". Sebelum terjun ke dunia pinstriping, pria kelahiran Kerawang, 21 November 1986 ini menggeluti teknik airbrush selama 9 tahun. Akhirnya dia mencoba handpainting dan tertarik untuk lebih memperdalam bidang ini. Yudit tertarik dengan handpainting karena menurutnya alat yang digunakan sederhana, tapi bisa tetap banyak bereksplorasi di situ.



 

Yudit bergandengan dengan Twenty-Six Garage yang berlokasi di Jl. Jatihandap komplek mandala 1 no 3, Cicaheum, Bandung. Awalnya pun dia pernah menyandang nama "Twenty Six Paint", sebagai kustom-painter garage tersebut. Lalu ganti menjadi Yudit Paintwork, hingga akhirnya tahun 2012 menjadi "Flyingfast Paintwork" yang artinya adalah "terbang dengan cepat", sesuai harapan Yudit agar namanya bisa cepat dikenal oleh orang-orang.

Yudit ini ternyata fans berat dari seorang Irvine Jasta. Tahun 2015, Yudit mengikuti kompetisi pinstripe helm di acara HOCS di Bandung. Di situ Irvine berperan sebagai juri, dan Yudit mendapat juara 1. Dari situlah Yudit semakin memperdalam teknik pinstriping, dan mulai kenal banyak crafter-crafter lainnya.



Mulai dari situ Yudit semakin memperdalam pinstriping. “gua udah nyoba berbagai macam style, dan akhirnya gua bisa menemukan diri gua di pinstripe”, katanya. “Pinstripe itu rumit, tapi kalau udah bisa itu enak banget, gua paling menikmati pinstripe karena gambarnya mengikuti alur dan bentuk media”. Untuk media sendiri, Yudit paling suka berkarya di tangki dan helm karena dua benda itu paling ter-ekspose ketika digunakan.

“gua berkarya gak ngikutin passion aja, tapi ngikutin insting.”

Yudit mempelajari semuanya secara otodidak dan dia banyak belajar dari sharing dengan artist lain. Dalam berkarya, Yudit selalu berusaha membuat gambarnya terlihat hidup. Kepuasan terbesar Yudit rasakan ketika ada orang yang memberi masukan dan pujian terhadap karyanya, dan kepuasan tersebut datang karena karya yang dia buat merupakan hasil kerja tangannya sendiri. Menurutnya, sesuatu yang dikerjakan dengan tangan sendiri punya nilai yang lebih.