COKLAT RETRO MEET UP TASIK 2016

Brads! Akhirnya kita tiba juga di Coklat Retro Meet Up 2016! Acara ini merupakan acara puncak rangkaian acara Coklat Retro yang sudah berlangsung sejak Agustus 2016. Diselenggarakan pada tanggal 17 Desember 2016 pada pukul 10.00 WIB di Lapangan Dadaha Tasikmalaya, acara dengan tajuk Coklat Retro Meet Up Tasik 2016 ini merupakan acara gathering & meet up para komunitas pecinta kustom kulture. Bukan hanya sebagai ajang berkumpul, Coklat Retro juga telah memberikan pandangan dan pemahaman mengenai Kustom Kulture kepada semua braders di beberapa kota melalui workshop yang mengundang beberapa narasumber pada bidangnya masing-masing. Kustom Kulture merupakan suatu istilah yang menggambarkan dengan karya seni, kendaraan, gaya berpenampilan, dan mode dari mereka yang mengendarai dan membangun Sepeda Motor juga Mobil di Amerika Serikat dari tahun 1950 sampai hari ini. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan Kustom Kulture terlihat sedang berkembang pesat, dan Kustom Kulture inilah yang menjadi konten utama dari kegiatan Coklat Retro. Sekarang kita tiba di acara puncak yang penuh dengan keseruan-keseruan! Ada apa aja di sini? Yuk kita kilas balik dulu brads!

 

PEMENANG COKLAT RETRO CHALLENGE

Setelah melalui proses yang panjang, dari kurang lebih 50.000 peserta Coklat Retro Challenge, telah diundi 10 besar finalis dan kini ada 4 finalis yang telah melalui proses karantina dan mengikuti berbagai tantangan dari Coklat Retro untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Mereka adalah Adhi dari Tangerang, Puy dari Garut, Heru dari Cikarang, dan Dian dari Ciamis, yang sudah berjuang mati-matian dalam persaingan sengit demi memenangkan 1 unit motor TRIUMPH THRUXTON. Selesainya karantina bukan berarti berakhirnya perjuangan mereka, karena selama Coklat Retro Meet Up berlangsung pun mereka masih harus menjalani berbagai macam challenge untuk meningkatkan poin. Booth Games Land Coklat Retro, tim sudah menyediakan banyak challenge mulai dari Motoretro VR, Dart games, dan masih banyak lagi. Detik-detik menuju pengumuman dan akhir acara, para challengers kini menghadapi tantangan yang lebih menegangkan, karena mereka harus melakukan challenge di atas panggung dan ditonton oleh semua braders yang hadir! Tapi mereka tetap terlihat fokus dan berusaha sedemikian ripa untuk terus menjadi pemenang. Sepanjang penghitungan poin, urutan yang memegang posisi tertinggi sempat naik turun secara drastis. Hingga waktunya mengumumkan momen kebenaran, brader yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi sejumlah 4500 poin dan membawa pulang 1 unit motor Triumph Thruxton adalah brader Dian dari Ciamis! Perjuangan gigihnya akhirnya terbayar juga! Semua braders yang hadir ikut bersorak merayakan kemenangan Dian, 3 challengers lainnya pun turut bahagia dan menyelamati Dian karena walaupun persaingan ini sangat ketat, tapi mereka menjalani semuanya bersama dan telah menjadi real brothers satu sama lain, yang merupakan inti dari challenge ini, yaitu persaudaraan. Selamat kepada brader Dian! Dan tentunya untuk semua challengers secara keseluruhan atas pengalaman yang udah kalian jalani dan dapatkan!

 

ROLLING THUNDER

All braders united! Dari siang, sudah banyak sekali braders-braders dari berbagai komunitas dan kota, dengan motornya masing-masing yang sangat beragam hadir di venue dan siap-siap untuk melakukan Rolling Thunder mengelilingi Tasikmalaya. Dipimpin oleh Retro Car yang selalu hadir di setiap acara Coklat Retro, semua braders tancap gas dengan penuh semangat dan kebanggaan untuk bisa menjadi bagian dari Rolling Thunder ini. “Kustom Kulture” juga sangat terlihat di sini, braders-braders riding dengan penampilan yang unik sesuai gaya mereka masing-masing, dan kendaraan yang mereka gunakan juga sangat beragam, menunjukkan identitas si pemilik. Sepanjang perjalanan pun semua braders terlihat sangat menikmati perjalanan dan riding secara tertib sesuai dengan instruksi yang telah diberikan. Sampai tiba kembali di venue, wajah-wajah senang mereka masih terpampang jelas dan semakin semangat untuk menikmati rangkaian acara selanjutnya.

 

PAMERAN PELAKU KREATIF

Acara ini juga menampilkan pameran karya dan ajang bertemu dengan para pelaku kreatif di bidang kustom kulture dari Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Sumedang, dan sekitarnya. Karya-karya Irvine Jasta, Decky, dan Fahmi Freeflow juga ikut dihadirkan di sini. Bukan hanya ajang pameran, pelaku-pelaku kreatif dan banyaknya komunitas Kustom Kulture juga hadir meramaikan suasana. Braders-braders Hotrodiningrat dari Yogjakarta ikut menghidupkan suasana dengan menampilkan mobil-mobilnya yang dibawa langsung dari Yogyakarta. Ada juga talkshow dari braders-braders builders seperti Gauz Siji, Axietruz Garage, Granets Radical Kustom Work mengenai seluk beluk Kustom Kulture dan motorcycle building.

 

PERFORMANCE & FOOD FESTIVAL

Suasana acara juga semakin ramai karena dari siang hari sudah ada DJ Eone Croink yang mengguncang panggung dan menaikkan euforia dari awal event dimulai. Panggung juga tidak pernah kosong performance, di antara jeda-jeda talkshow, selalu ada band-band yang tampil dan membuat acara semakin seru. Pada malam harinya, ada D’Ubz yang tampil dengan membawakan lagu-lagu 80s, membuat semua braders yang hadir tanpa pikir panjang langsung menuju ke tengah venue. Di sini sangat terlihat suasana persaudaraannya karena semuanya joget dan nyanyi bersama, melebur menikmati musik. Last but not least, acara ini ditutup oleh penampilan dari Ipang yang tampil dengan begitu memukau. Bukan hanya sekedar manggung, seiring tampil dia juga membangun suasana “Tasik” dan “local crafers pride” yang membuat semua braders di atas awan saat menikmati penampilannya ini. Semua braders dan sisters yang hadir sibuk sing along dan berfoto-foto ria dari awal Ipang menaiki panggung sampai acara selesai. Tidak lupa terima kasih yang banyak untuk para braders Local Food Truck yang telah hadir dan membuat braders-braders semakin menikmati acara dari siang sampai malam.

 

PAYUNG TASIK KUSTOM ART

Tema “support local crafters” yang selalu dibawa oleh Coklat Retro juga tidak lepas dari unsur budaya yang dimiliki Indonesia. Dalam rangka mengangkat pengrajin payung lokal dan mengangkat simbol Tasikmalaya sebagai tuan rumah, Coklat Retro Meet Up Tasik 2016 telah menyediakan kurang lebih 350 payung geulis dan digambar langsung oleh semua braders yang hadir. Sebelum mulai menggambar payung, Coklat Retro juga telah menghadirkan Mak Iyah, seorang pengrajin payung geulis dari Tasik. Mak Iyah dan Mang Uyung Aria berbincang di atas panggung dan bercerita kepada braders-braders mengenai local craft yang satu ini, dan seberapa pentingnya kita untuk menghidupkan kembali heritage ini agar tidak terlupakan. Setelah selesai berbincang, langsunglah para braders dengan antusias yang tinggi mengambil masing-masing 1 payung geulis dan menggambar bersama menggunakan cat yang telah disediakan oleh Coklat Retro. Ternyata banyak banget yang pengen ikutan dan semuanya semangat menggambar sampai selesai dan payungnya terlihat penuh! Irvine Jasta, Decky, komunitas Brotherhood, semua juga ikutan menggambar. Yang paling menarik di sini adalah ketika Mak Iyah ikut menggambar pada media motor Norton dan berkolaborasi bersama Fahmi Freeflow! Melihat langsung 2 orang local crafters dari bidang yang berbeda menggambar di motor merupakan pengalaman yang gak ada dua bagi braders-braders yang hadir dan langsung menyaksikan aksi mereka. Setelah semua beres menggambar, mereka mengangkat payungnya masing-masing dan diangkat setinggi-tingginya, sebagai simbol kebanggaan telah ikut serta dalam aksi pelestarian budaya ini. Dan aksi ini juga untuk mencetak rekor MURI dalam rangka menggambar dan melukis “payung geulis Tasik” yang sangat bersejarah. Local Crafters Pride forever brads!

 

Masih banyak keseruan di Coklat Retro Meet Up Tasik 2016 kemarin yang rasanya gak bisa disebutin satu-satu dan diwakilkan dengan kata-kata. Semangat braders dari awal hingga penutupan, challengers yang udah berjuang mati-matian, para talent yang tampil dengan maksimal, semuanya melebur jadi satu euforia persaudaraan yang gak ada dua! Rangkaian acara Coklat Retro ini akhirnya berakhir dengan puncak yang mengesankan, tapi bukan berarti berakhirnya pula semua ikatan persaudaraan yang sudah terjalin. Semoga setelah ini dapat menjadi pemicu untuk semakin terjalinnya tali persaudaraan antara sesama pecinta motor dan mobil klasik dan kustom, juga semakin berkembangnya kustom kulture di Indonesia. Sekali lagi Coklat Retro mengucapkan selamat kepada brader Dian yang telah membuktikan perjuangannya dengan membawa pulang Triumph Thruxton, juga terima kasih tanpa batas kepada semua braders yang sudah menjadi bagian dari momen berharga ini! Keep the bond strong, brads! Until we meet again!