KUSTOM ART WORKSHOP WITH FAHMI FREEFLOW : TASIKMALAYA

Setelah keliling ke 7 tempat, Tasikmalaya yang berbarengan dengan Garut menjadi tuan rumah terakhir dari rangkaian Coklat Retro Kustom Art Workshop. 11 Desember 2016 kemarin, Coklat Retro sudah tiba di Hotel Horison Tasikmalaya untuk berkumpul dengan braders-braders dari berbagai komunitas yang penasaran banget sama yang namanya Kustom Kulture. Fahmi Freeflow hadir sebagai narasumber dan fokus membahas salah satu bagian paling penting dari Kustom Kulture, yaitu Kustom Art. Dimoderatori oleh Dodi Nursaiman, braders-braders mendapatkan pandangan baru tentang Kustom Kulture yang tidak hanya berarti memodifikasi kendaraan, tapi inti sebenarnya dari dunia kustom adalah menampilkan identitas diri agar berbeda dari orang lain.

Fahmi menampilkan dan menjelaskan beberapa karya yang telah dia buat kepada braders-braders. Seringkali Fahmi mendapatkan pesanan dari braders-braders pecinta mobil dan motor tua untuk menggambar di kendaraan mereka. Fahmi pernah menggambar pinstripe pada mobil kustom yang panjangnya 12 meter, dan itu semua eksteriornya Fahmi yang menggambar seorang. Body, tangki, dan helm sudah tidak aneh lagi menjadi media berkarya Fahmi. Sebagai seorang custom artist, media Fahmi tidak hanya sebatas benda-benda yang berhubungan dengan motor dan mobil klasik. Fahmi juga sering terjun ke dunia interior, dia sering mendapat pesanan untuk menggambar di cafe-cafe pada media kaca, tembok, meja kasir, meja kaca, sampai membuat sign system dari tempat tersebut. Inilah yang ingin ditunjukkan oleh Fahmi, bahwa Kustom Art tidak hanya sekedar menggambar atau melukis. Kustom Art juga tidak terpatok pada media berupa otomotif. Banyak yang menganggap bahwa Kustom Art hanyalah memindahkan gambar ke media yang lain, misalnya yang biasa menggambar batik di kertas kemudian ia menggambar di helm. Sebenarnya, esensi dari Kustom Art adalah memberi nilai lebih dengan menunjukkan karakteristik ataupun identitas dari si pemilik. 

Hal menarik lainnya dari karya-karya Fahmi adalah dia tidak pernah lepas dari budaya. Banyak sekali karya Fahmi yang menampilkan unsur-unsur budaya Indonesia seperti batik, kereta kencana Cirebon, dan lain-lain. Kelihaiannya untuk menampilkan budaya pada media pun dilirik oleh orang luar negeri dan dia meminta Fahmi untuk menggambar helmnya dengan menampilkan unsur budaya dari suku Aborigin, Australia. Karya Fahmi yang mengandung unsur batik juga pernah memenangkan juara dunia di acara Hot Rod Custom Show pada tahun 2015. Tahun ini pun ia kembali hadir di HRCS Yokohama, Jepang sebagai perwakilan Indonesia dan banyak juga yang meminta Fahmi untuk menggambarkan helm mereka langsung di venue. “Kenapa harus selalu ngikutin luar, budaya kita juga banyak yang menarik untuk diangkat”, kata Fahmi saat workshop.

Setelah Fahmi berbagi ilmu dan pengalamannya, acara dilanjutkan dengan braders-braders yang langsung mencoba berkarya di shellpack Coklat Retro yang telah dibagikan. Mereka terlihat sangat menikmati saat berkarya, tidak merasa tertekan sama sekali. Suasana santai juga terbangun karena selagi menggambar bersama, braders-braders juga banyak yang bercanda dan tertawa bersama. Sambil menggambar, braders-braders juga dihiburkan oleh penampilan Apocalypto di panggung. Suasana semakin hidup ketika Fahmi, Dodi, dan Uyung Aria yang turut hadir di acara berkeliling dan berbincang-bincang dengan para braders yang sedang berkarya. Ternyata karya braders-braders Tasik sangat bagus, dan nampaknya mereka sudah paham dengan yang namanya Kustom Art. Sense of belonging para braders terhadap kota dan komunitas mereka ini sangat tinggi ternyata, brads. Banyak yang menuangkan identitas komunitas dan kota Tasikmalaya kepada shellpack mereka. Akhirnya terpilihlah 3 karya braders yang paling menarik mata Fahmi. Mereka kemudian maju untuk menjelaskan karya mereka kepada braders lainnya, dan membawa pulang souvenir dari Coklat Retro sebagai penghargaan.

Seru banget suasana workshop di Tasik ini, brads. Sekarang braders-braders Tasik sudah lebih paham tentang Kustom Kulture, khususnya Kustom Art. Semoga ilmu yang telah dibagikan bisa memotivasi braders-braders semua untuk terus berkarya, dan juga semangat braders-braders ini terus terjaga sampai nanti kita berjumpa lagi tanggal 17 Desember 2016, yang akan menjadi acara puncak Coklat Retro juga ajang berkumpul bersama braders-braders dari kota lainnya. Can’t wait to be back, Tasik!