KUSTOM ART WORKSHOP WITH IRVINE JASTA

Bagi para pecinta lifestyle kustom, pasti memiliki banyak kegemaran lainnya yang tidak hanya berkendara saja, salah satunya yaitu pinstriping & painting. Coklat Retro telah mengadakan Kustom Art Workshop dan mengundang Irvine Jasta sebagai narasumbernya. Workshop ini dilakukan di 3 tempat dan waktu yang berbeda, Kampung Toga Sumedang (4 Desember 2016), Ngopi Doeloe Purnawarman Bandung (6 Desember 2016), dan Stocklot Cimahi (7 Desember 2016). Acara ini tentunya juga sebagai ajang meet up bagi para braders. Venue-venue seketika penuh dengan jajaran motor-motor klasik, diparkir bersama Retro Car yang selalu setia menemani di setiap acara Coklat Retro. Braders-braders terlihat bersemangat penuh untuk nongkrong bareng dan ikutan workshop. Keseruan apa aja sih yang ada di Kustom Art Workshop ini? Yuk disimak brads! 

Ketiga workshop ini membahas satu topik utama, yaitu Kustom Kulture. Braders-braders sebagai pecinta motor dan mobil klasik pasti sering denger kan yang namanya Kustom Kulture? Tapi apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan Kustom Kulture? Walaupun kustom kulture identik dengan memodifikasi motor, tapi tidak selalu hanya itu. Pada dasarnya, “kustom” adalah membuat atau mengubah segala hal yang sudah ada menjadi tidak biasa. Mulai dari penampilan kita pribadi, brads. Gaya “skinhead”, “rockabilly”, dan lain-lain itu merupakan salah satu contoh kalau kita telah meng-kustom diri kita untuk menampilkan karakteristik kita masing-masing. Begitu juga dengan motor atau mobil. Kalau dipikir-pikir, kenapa kita suka banget sama motor dan mobil klasik, juga memodifikasi kendaraan-kendaraan kita? Padahal kalau secara biaya dan teknis, mungkin lebih sulit daripada membeli dan mengendarai kendaraan biasa sesuai keluaran pabrik. Tapi justru itulah indahnya Kustom Kulture, memberikan kita kesempatan untuk menjadi diri kita sendiri dan menunjukkan identitas kita kepada semua orang. Yang pasti jauh lebih seru daripada jadi yang bisa-biasa saja, brads. Karena dengan memodifikasi kendaraan, kita tidak hanya sekedar mengubah penampilan kendaraan tersebut, tapi kita juga telah menuangkan segala karakteristik kita masing-masing kepada kendaraan itu. Di sini berarti kita telah menambah nilai lebih kepada suatu benda mati, yang kini menjadi hidup bahkan sangat berarti pula untuk hidup kita karena dia merepresentasikan diri kita.

Selain motor dan mobil klasik, salah satu yang identik dengan Kustom Kulture adalah dunia seni-nya, brads! Mewarnai atau melukis ulang kendaraan kita merupakan salah satu poin yang bisa dikatakan wajib dalam konteks memodifikasi kendaraan. Elemen visual merupakan salah satu cara terampuh untuk menuangkan karakteristik dan ekspresi kita. Bahkan tidak hanya kendaraannya saja, aksesoris seperti helm pun tidak jarang dijadikan kanvas oleh para pemilik ataupun seniman sebagai media berekspresi. Ilmu dan pengalaman inilah yang Irvine bagikan selama workshop. Dimoderatori oleh Dodi Nursaiman, Irvine yang telah lama menggeluti bidang ilustrasi dan pinstripe ini mengajak braders-braders sekalian untuk berkarya di media yang bukan itu-itu saja. Kertas, kanvas, sudah biasa dijadikan media untuk menggambar. Nah, untuk braders-braders pecinta motor dan mobil klasik, tentunya menggambar pada media seperti tangki atau helm pasti akan memberi kepuasan tersendiri.

Seni di dalam dunia Kustum Kulture ini memiliki ragam tekniknya sendiri, salah satunya yaitu Pinstripe. Pinstripe adalah seni membuat komposisi visual menggunakan garis-garis yang sifatnya abstrak dan cenderung simetris, ia biasanya tidak menyerupai bentuk benda apapun yang sudah ada, lebih mengarah ke komposisi dari garis-garis itu sendiri. Teknik kedua adalah Floral, tipe teknik yang membuat gambar-gambar berupa tanaman dan bunga sebagai dekorasi dari karya visual kita. Yang ketiga teknik Tribal, teknik ini memfokuskan pada pengulangan bentuk untuk membuat suatu pola atau pattern. Yang terakhir yaitu kartun atau komik, biasanya dalam bentuk ilustrasi sebuah karakter, baik itu karakter yang sudah ada ataupun visualisasi diri sendiri. Pada dasarnya, karena namanya memang “kustom”, kita sebenarnya bisa berkarya dengan teknik apapun yang kita suka, keempat teknik di atas hanya beberapa dari banyaknya teknik seni dalam Kustom Kulture yang disampaikan oleh Irvine sebagai contoh.

Workshop di tiga tempat ini telah mengumpulkan banyak braders yang penasaran banget dengan Kustom Kulture. Selain ilmu tadi, braders-braders peserta workshop juga bisa langsung mencoba berkarya pada shellpack Coklat Retro menggunakan marker warna putih, perak, dan emas yang telah dibagikan oleh tim Coklat Retro. Mereka diberi kebebasan penuh untuk menuangkan apapun pada shellpack mereka masing-masing. Braders-braders peserta workshop terlihat sangat antusias dalam menumpahkan semua kreativitas mereka ditambah dengan ilmu yang telah mereka dapat. Peserta juga bisa melakukan tanya-jawab langsung dengan Irvine dan Dodi selama Workshop berlangsung. Setelah mereka semua selesai menggambar, Irvine dan Dodi memilih beberapa peserta dengan karya yang paling menarik mata. Braders-braders terpilih ini kemudian maju untuk menjelaskan karya mereka kepada braders lainnya. Menarik juga brads, ternyata mereka punya inspirasi masing-masing dalam berkarya, ada yang menceritakan tentang karakteristik mereka hingga filosifi hidup mereka. Sebagai apresiasi, Coklat Retro juga memberikan goody bag kepada braders-braders yang maju ke depan ini.

Sekarang braders-braders sudah mengenal lebih dekat dengan Kustom Kulture itu sendiri, kan? Berkarya pada media yang tidak biasa seperti kendaraan kita merupakan salah satu contoh dari kesempatan untuk mengekspresikan diri yang diberikan oleh lifestyle ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan ini dapat menambah kecintaan braders sekalian terhadap lifestyle kustom, dan semakin termotivasi untuk mengekspresikan diri masing-masing. Kustom Kulture ini memang suatu cara untuk merepresentasikan diri kita sendiri, menjadi diri sendiri, bahkan banyak orang yang menemukan jati dirinya melalui Kustom Kulture ini. Masih penasaran dengan seluk beluk Kustom Kulture? Jangan khawatir karena kita bisa nongkrong bareng di acara-acara Coklat Retro yang akan datang, jangan lupa juga untuk ikutan acara puncaknya tanggal 17 Desember 2016 di Tasik! So, keep up the burning spirit, Brads! Cause we are still in the middle of this incredible journey. See you around!